“Aku berpasrah pada ketentuan Mu. Aku terima apa yang Engkau tuliskan bagiku. Engkau Tuhanku, maka aku yakin bahwa Engkau akan memberikan yang terbaik untukku.
Jika pada akhirnya ada yang datang padaku dan ia mengajakku untuk mengarungi samudra keberkahan karena-Mu, maka aku akan bersedia menerimanya.
Maka aku mohon, datangkanlah ia yang baik agamanya”

 

[mungkin] kamu yang kala itu diamini oleh para penghuni langit
saat doa itu kubisikkan mesra pada bumi.
Tuan,
Aku ingin menua bersamamu,
Membersamaimu membangun kerajaan abadi dalam mahligai suci itu.
Aku mau, menerima segala kurang dan lebihmu.
Menerimamu, tanpa sisa cinta yang lainnya.
Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s