sandiwara langit . . .

20160104_060718

“Semakin baik jalan yang kamu pilih, anak muda, akan semakin banyak rintangan dan godaannya. Semakin tinggi bukit yang kamu daki, akan semakin hebat kepenatan yang kamu rasakan. Namun hanya orang yang berjiwa kerdil yang memilih hidup tanpa pendakian.”

Sandiwara Langit – Abu Umar Basyier

 

Tausiyah Cinta <3

Bt6URGzCQAEt4Ax

image source : Google

Bagaimana caranya menjelaskan rindu kepada seseorang yang entah siapa dan dimana saat ini.
Untukmu yang jauh disana, terkadang mata ini iri kepada hati, karena kau ada di hatiku namun tidak tampak di mataku.
Aku tidak memiliki alasan pasti mengapa sampai saat ini masih ingin menunggumu, meski kau tak pernah meminta untuk ditunggu & diharapkan.
Hati ini menyakini bahwa kau ada, meski entah dibelahan mana.
Yang aku tahu, kelak aku akan menyempurnakan hidupku denganmu, disini, disisiku.
Maka, saat hatiku telah mengenal fitrahnya, aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang dicintai-Nya.
Sekalipun kita belum pernah bertemu, mungkin saat ini kita tengah melihat langit yang sama, tersenyum menatap rembulan yang sama.
Di sanalah, tatapanmu dan tatapanku bertemu.

– Tausiyah Cinta –

Hitunglah Karunia-karunia Allah yang Dianugrahkan Kepadamu

“… sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Hitunglah Karunia-karunia Allah yang Dianugrahkan Kepadamu

Sungguh, hanya Allah yang aku tuju
sehingga aku, dengan kesabaran ini
seolah-olah melihat segala hal
yang telah dikaruniakan padaku.

Setiap pagi tiba, ingatlah bahwa pagi itu terasa sangat panjang bagi beribu-ribu orang yang sengsara, sedang engkau berada dalam kenikmatan; pagi itu terasa membosankan bagi beribu-ribu orang yang kelaparan, sedang engkau masih bisa merasakan kekenyangan; pagi itu terasa meletihkan bagi beribu-ribu orang yang terpenjara, sementara engkau bebas merdeka; pagi itu terasa menegangkan bagi beribu-ribu orang yang tertimpa musibah, sementara engkau bahagia dan aman sentosa.

Pagi itu…, berapa banyak airmata yang menetes dari pipi seorang wanita, berapa banyak pula derita di hati seorang ibu, dan berapa banyak jeritan menyeruak dari kerongkongan si kecil, sementara engkau masih bisa tersenyum lega. Maka, panjatkanlah puji syukur kepada Allah atas kasih sayang, pemeliharaan dan anugrah-Nya yang telah dilimpahkan kepadamu.

Duduklah dengan tenang dan ajaklah bicara dirimu sendiri dengan jujur. Lantas ambillah kalkulator dan kemudian hitunglah; berapa banyak harta, kekayaan, kenikmatan, dan kemewahan yang engkau miliki! Setelah itu, hitung pula anugerah-anugerah-Nya: kecantikan, emas permata, keturunan, tanah, air, udara dan makanan-makanan yang telah engkau nikmati! Maka, berbahagialah engkau dan bersikaplah lemah lembut kepada sesama!

Pencerahan:
Belilah doa orang-orang fakir dan kecintaan orang-orang miskin dengan dermamu!

Disalin dari buku : Menjadi Wanita Paling Bahagia – Dr. ‘Aidh al-Qarni