hidup..

Seperti apa yang kau kata,
Hidup adalah kumpulan pilihan untuk mencapai suatu tujuan. Dan jalan yang akan kita lewati, tergantung oleh apa yang kita pilih.

Maka, beruntunglah insan yang masih diberikan nikmat sadar oleh Allah.
Nikmat untuk kembali ke jalan yang Ia ridhoi dan menuju ke jalanNya kembali.

Semoga Allah selalu membimbing kita di jalanNya.
Jalan yang nantinya akan mempersatukan kita kembali, sayangku..

Jakarta, 09 Nov 2017 ❤

Advertisements

Buya Sepeninggal Istrinya

Ketika dalam sebuah acara Buya Hamka dan istri beliau diundang, mendadak sang pembawa acara meminta istri Buya untuk naik panggung. Asumsinya, istri seorang penceramah hebat pastilah pula sama hebatnya.

Naiklah sang istri, namun ia hanya bicara pendek. “Saya bukanlah penceramah, saya hanyalah tukang masaknya sang Penceramah.” Lantas beliau pun turun panggung.

Dan berikut adalah penuturan Irfan, putra Buya, yang menuturkan bagaimana Buya sepeninggal istrinya atau Ummi Irfan.

“Setelah aku perhatikan bagaimana Ayah mengatasi duka lara sepeninggal Ummi, baru aku mulai bisa menyimak. Bila sedang sendiri, Ayah selalu kudengar bersenandung dengan suara yang hampir tidak terdengar. Menyenandungkan ‘kaba’. Jika tidak Ayah menghabiskan 5-6 jam hanya untuk membaca Al Quran.

Dalam kuatnya Ayah membaca Al Quran, suatu kali pernah aku tanyakan.

Ayah, kuat sekali Ayah membaca Al Quran?” tanyaku kepada ayah.

“Kau tahu, Irfan. Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun, bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah shalat Taubat dua rakaat. Kemudian Ayah mengaji. Ayah berupaya mengalihkannya dan memusatkan pikiran dan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah,” jawab Ayah.

“Mengapa Ayah sampai harus melakukan shalat Taubat?” tanyaku lagi.

“Ayah takut, kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah shalat Taubat terlebih dahulu,” jawab Ayah lagi. []

Sumber: Ayah…: Kisah Buya Hamka/Irfan Hamka/Republika/2013

leader ..

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.” [HR. Al-Bukhari]


Setiap manusia adalah pemimpin, bahkan bagi dirinya sendiri. Lantas, sudah siapkah kita? Mari mengumpulkan bekal, berbenah, bersiap.
Jangan tunggu nanti, karena mati tak menunggu nanti dan waktu terus saja berlari. Siapkan diri !

“Salah satu tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal perjalanan” – Ibnu Athaillah.

persepsi

Jangan mudah terpaku, terpukau dan bersedih atas persepsi seseorang terhadap diri kita. Karena sesungguhnya hanya Allah lah yang tahu seperti apa diri kita.
Jika kita melakukan kebaikan hanya karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang sekitar, maka selamat, kita sudah terjebak saudara !

Jika kita berpendapat bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang baik dan tidak menyimpang dari jalan-Nya, maka lakukanlah ! Seraya berdoa kepada Sang Khalik agar senantiasa membimbing dalam jalan-Nya. Jalan keberkahan yang diridhoi-Nya, jalan lurus yang mendekatkanmu pada Ia dan Surga-Nya.
Semoga kita termasuk manusia yang jalannya selalu direstui-Nya. Iya, Dia, Rabb kita ❤

“The sky doesn’t need to explain that it is high above.
People know you’re good if you’re good.”