Duniamu merubah duniaku :)

Bagiku, cinta itu seperti yang kau kata, ia amanah
Kita syukuri agar nikmatnya bertambah
Kita jaga agar ia tumbuh mekar mempesona

Ana uhibbuka fillah yaa zauji ❤

Advertisements

Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak

Sebagai Muslim adalah kewajiban kita untuk mengikuti petunjuk Nabi di setiap segi kehidupan kita. Terlebih tentang tata cara mendidik anak.

Pesan-pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anak

Sesuai dengan judulnya buku ini berisi tentang tata cara mendidik anak sesuai dengan sabda Rasullullah beserta butir-butir kutipan dari para Imam guna memperjelas sabda Nabi tersebut.

1. Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid

Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.

Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

Berdasarkan Hadist Nabi di atas, maka,dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu ‘anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah:
1. Pada usia 3 tahun, ajarkan kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
2. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.”

Mendidik anak tentang Salat

Masih dalam kitab yang sama, Imam al Baqir dan Imam ash Shadiq ra menerangkan bagaimana seharusnya kita mengenalkan dan mendidik anak tentang salat.

1. Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.

2. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.

3. Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

Hak anak dalam pendidikan

Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain
1. Memberikan nama yang baik.
2. Diakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
3. Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.

Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya

Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mmengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam AliZainal Abidin radiyallahu’anhu dalam kitab Risatul Huquq.

“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya.

Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.” (Al Khislal, hal.568)

Demikian pesan Rasullullah terkait dengan pendidikan anak. Semoga bermanfaat ya, Parents.

sumber : https://id.theasianparent.com/pesan-rasullullah-tentang-tata-cara-mendidik-anak/

persepsi

Jangan mudah terpaku, terpukau dan bersedih atas persepsi seseorang terhadap diri kita. Karena sesungguhnya hanya Allah lah yang tahu seperti apa diri kita.
Jika kita melakukan kebaikan hanya karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang sekitar, maka selamat, kita sudah terjebak saudara !

Jika kita berpendapat bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang baik dan tidak menyimpang dari jalan-Nya, maka lakukanlah ! Seraya berdoa kepada Sang Khalik agar senantiasa membimbing dalam jalan-Nya. Jalan keberkahan yang diridhoi-Nya, jalan lurus yang mendekatkanmu pada Ia dan Surga-Nya.
Semoga kita termasuk manusia yang jalannya selalu direstui-Nya. Iya, Dia, Rabb kita ❤

“The sky doesn’t need to explain that it is high above.
People know you’re good if you’re good.”

Secangkir kopi penuh kasih :)

kolom-secangkir-kopi-buat-ayah-979_l
image source : click here

Selalu merindu, saat kita minum kopi bersama dalam cangkir yang sama.
Disana selalu ada banyak cerita.
Tentang kehangatan sebuah keluarga..
Tentang manis, pahit dan getirnya dunia..
Tentang air mata sedih juga bahagia..
Dan banyak lagi yang lainnya.
Iya, keluarga kita. Keluarga yang penuh cinta ❤

Merasa beruntung diri ini, bisa dicintai begitu banyak oleh manusia hebat seperti kalian.
Seorang ibu dari suami yang baik hati, seorang suami wanita hebat penuh kasih, seorang istri lelaki hebat yang tak kenal lelah dibawah terik mentari, seorang bro yang begitu membekas di hati dan seorang gadis centil yang membawa canda tawanya dalam rumah sederhana kami.

Rumah, menjadi tempat pulang ketika kami lelah akan kerasnya dunia.
Tempat paling nyaman, meskipun hanya rumah yang sederhana.
Aku mencintainya, dan selalu merindukan kembaliku pada kehangatan didalamnya.
Rumah tempat kami kembali, rumah tempat kami berkumpul membagi kasih.

Secangkir kopi bersama.
Amat sederhana, tapi membangun banyak makna.
Makna akan kenangan manis dan pahit yang kita lewati bersama. Yang dengannya selalu ada banyak syukur dalam canda dan doa.
Semoga kelak kita bisa bersama, menapaki jalan menuju surga-Nya. Aamiin allahumma aamiin 🙂

Tausiyah Cinta <3

Bt6URGzCQAEt4Ax

image source : Google

Bagaimana caranya menjelaskan rindu kepada seseorang yang entah siapa dan dimana saat ini.
Untukmu yang jauh disana, terkadang mata ini iri kepada hati, karena kau ada di hatiku namun tidak tampak di mataku.
Aku tidak memiliki alasan pasti mengapa sampai saat ini masih ingin menunggumu, meski kau tak pernah meminta untuk ditunggu & diharapkan.
Hati ini menyakini bahwa kau ada, meski entah dibelahan mana.
Yang aku tahu, kelak aku akan menyempurnakan hidupku denganmu, disini, disisiku.
Maka, saat hatiku telah mengenal fitrahnya, aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang dicintai-Nya.
Sekalipun kita belum pernah bertemu, mungkin saat ini kita tengah melihat langit yang sama, tersenyum menatap rembulan yang sama.
Di sanalah, tatapanmu dan tatapanku bertemu.

– Tausiyah Cinta –