leader ..

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.” [HR. Al-Bukhari]


Setiap manusia adalah pemimpin, bahkan bagi dirinya sendiri. Lantas, sudah siapkah kita? Mari mengumpulkan bekal, berbenah, bersiap.
Jangan tunggu nanti, karena mati tak menunggu nanti dan waktu terus saja berlari. Siapkan diri !

“Salah satu tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal perjalanan” – Ibnu Athaillah.

Aku menyayangimu pak, buk, titik tanpa koma

langkah kaki

….

Disisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi, yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu, jauhkan godaan yang mungkin kulakukan salam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku, terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji, tak kan khianati pintanya

– Ada Band – Yang Terbaik Bagimu –

……

Hari itu, menjadi hari yang takkan pernah kulupa sampai kapanpun.
Kali kedua aku melihat air mata menetes dari kedua mata itu. Ketika engkau memutuskan untuk melepasku menggapai mimpiku.
Mimpi yang mungkin belum pernah engkau tau bahwa ia tertulis karenamu, iya, bapak dan ibuku ❤

Ada mimpi besar yang ingin aku capai, membahagiakanmu..
Itulah salah satu alasan yang mampu membuatku berdiri hingga detik ini. Yang membuatku bangkit meski aku jatuh berkali-kali.

Ada haru yang membisu.. ada harapan besar yang kutumpukan pada diriku.
Aku menyayangimu pak, buk, titik tanpa koma

Ketika jauh dari rumah bukan menjadi hal yang mudah, tetap saja hati ini meyakini, bahwa ada doa tulusmu yang mengiringi..

Dariku, yang ingin membahagiakanmu..

mas, adek nderedeg !

flo

Seperti yang ada di post sebelumnya, ada kutipan menarik pada buku Sandiwara Langit – Abu Umar Basyier :

“Semakin baik jalan yang kamu pilih, anak muda, akan semakin banyak rintangan dan godaannya. Semakin tinggi bukit yang kamu daki, akan semakin hebat kepenatan yang kamu rasakan. Namun hanya orang yang berjiwa kerdil yang memilih hidup tanpa pendakian.”

Pendakian itu akan segera dimulai ! Insya Allah !
Kerikil tajam itu pasti ada, tapi apalah daya ketika kita berusaha memasrahkan semua pada-Nya.

لاَحوْلَ وَلاَ قُوَّة اِلاَّبِاللّهِ (Laa haula wa laa quwwata illa billah)
– Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah –

Mendaki hingga puncak tertinggi yang Allah ridhoi.
Perbaiki niat, menghamba pada-Nya hingga bahagia sampai ke surga 🙂
Aamiin, Allahumma amin..

“Aku berpasrah pada ketentuan Mu. Aku terima apa yang Engkau tuliskan bagiku. Engkau Tuhanku, maka aku yakin bahwa Engkau akan memberikan yang terbaik untukku.
Jika pada akhirnya ada yang datang padaku dan ia mengajakku untuk mengarungi samudra keberkahan karena-Mu, maka aku akan bersedia menerimanya.
Maka aku mohon, datangkanlah ia yang baik agamanya”

 

[mungkin] kamu yang kala itu diamini oleh para penghuni langit
saat doa itu kubisikkan mesra pada bumi.
Tuan,
Aku ingin menua bersamamu,
Membersamaimu membangun kerajaan abadi dalam mahligai suci itu.
Aku mau, menerima segala kurang dan lebihmu.
Menerimamu, tanpa sisa cinta yang lainnya.