Why Entrepreneurs Should Focus On Building Just One Product ?

* Artikel ini ditulis oleh JT Marino dan Daehee Park. Mereka adalah pendiri dari Tuft & Needle, ecommerce yang menjual kasur dengan harga yang cukup murah dan berkualitas. Berdiri di tahun 2012 dan menghasilkan pendapatan U$1 juta atau lebih dari Rp 10 milyar di tahun 2013.

Kenapa Entrepreneur Harus Fokus Dalam Membangun Hanya Satu Produk ?

Sebagai startup, setiap hari adalah hari dimana anda harus melawan semua hal yang mengganggu – memiliki ide yang berasal dari customer, anggota tim dan penasihat memang menyenangkan, tetapi ini bisa membuat anda keluar dari jalur yang sedang anda jalani sekarang.

Waktu lebih berharga ketimbang uang. Mengalihkan fokus anda bisa menjadi malapetaka di startup anda yang membuat anda jatuh ke dalam mediocrity (keadaan dimana startup anda tidak bisa berkembang lagi) dan melihat pesaing anda menyusul dari samping.

Waktu adalah sesuatu yang berharga

Di awal, penting untuk mengetahui masalah dan membangun solusi secepat mungkin. Fokus adalah hal yang wajar karena anda tidak memiliki pilihan jalan yang banyak – apakah anda baru meninggalkan pekerjaan tetap anda dengan tabungan pribadi atau jika anda telah berhasil raise fund di tahap awal. Karena hal ini, anda dikejar waktu dan anda harus berjuang keras untuk membangun produk atau layanan anda dengan cepat untuk melihat traction-nya.

Setelah anda menemukan traction dan sebuah produk yang beresonansi dengan customer, sekarang adalah waktunya anda mengambil resiko lagi dan mulai membangun produk yang unik. Di titik ini, anda telah memiliki aktivitas yang lebih banyak dibanding hanya mengkhawatirkan suatu produk saja. Anda harus menjalankan bisnis dari hari ke hari dan membangun tim – semua ini harus anda lakukan di saat anda membuat diferensiasi pada brand anda dan menghasilkan produk yang dicintai banyak orang.

Terima saja bahwa anda tidak bisa melakukan semuanya

Memang sulit untuk mengingatkan diri anda sendiri bahwa anda tidak bisa memperbaiki semua hal, anda harus belajar untuk mengatakan tidak. Sebagai contoh, ketika customer anda meminta produk yang lain, anda tahu bahwa penawaran ini diingankan oleh customer anda dan penawaran ini pasti akan menjual. Tetapi hanya karena anda bisa melakukannya, itu tidak berarti anda harus melakukannya.

Jika anda mengikuti jalan ini, energi anda akan teralihkan, dari yang awalnya fokus untuk membuat produk yang hebat menjadi produk yang biasa-biasa saja.

Jika anda memandang fokus sebagai fungsi waktu, anda akan menyadari betapa kuatnya hal ini.

Inilah contoh matematikal singkatnya. Jika anda fokus pada sebuah produk selama 30 menit sehari, ini berarti hanya 14 hari setahun anda fokus mengerjakannya. Tetapi jika anda fokus pada satu produk selama 3 jam sehari, berarti anda fokus hampir 86 hari setahun.

Bayangkan perbedaan pada kualitas dan perhatian dari produk yang anda bangun dalam waktu tertentu ini. Sekarang coba bagi tingkat fokus ini ke tim anda yang terdiri dari 10 orang. Ini akan membutuhkan waktu fokus yang lebih dari dua tahun penuh yang dapat disalurkan untuk membangun sesuatu yang luar biasa.

Fokus tingkatkan value utama anda

Selain hanya membangun produk yang hebat, fokus juga membantu mengkomunikasikan tujuan produk anda kepada dunia. Ini akan membantu customer anda agar mereka memahami apa yang anda lakukan dan bagaimana perbandingannya.

Dalam kasus produk fisik, komunikasi bisa membuang kompleksitas pilihan agar customer lebih mudah membuat keputusan pembelian. Dalam kasus produk software, komunikasi bisa mencegah user interface yang terlalu luas agar lebih menyenangkan untuk digunakan.

Setelah anda berada di jalur yang benar untuk fokus dan secara terus-menerus mengurangi ruang lingkup fokus anda, ini akan memberikan anda waktu yang lebih banyak agar anda bisa terus fokus membangun pengalaman yang luar biasa, seperti tingkat diferensiasi layanan yang termasuk customer support, waktu pengiriman dan packaging.

Setelah produk kami meraih traction di hari-hari awal Tuft & Needle, lalu kami dihampiri tantangan yang menahan diri kami untuk merilis penawaran produk lainnya. Hal ini benar-benar terjadi terutama di industri dimana pesaing kami biasanya memiliki model yang lebih banyak untuk dipilih. Jika kami ingin mendiferensiasi diri kami, kami harus membuat produk yang menyenangkan secara keseluruhan.

Karena kami hanya memiliki satu produk pada waktu itu, keadaan ini memberikan kami waktu untuk berbincang dengan customer dan mengumpulkan feedback agar kami bisa terus mengiterasi dan membuatnya menjadi lebih baik. Jika kami memiliki produk tambahan untuk didukung, kami tidak akan bisa melakukan ini dengan cepat atau mungkin sama sekali tidak bisa melakukan hal ini.

Fokus juga memberikan kami waktu untuk mengembangkan rantai penawaran yang stabil yang bisa membesar dengan pertumbuhan penjualan kami. Kami memiliki lebih banyak waktu untuk merekrut dan mewawancarai orang, serta mengembangkan proses untuk menyediakan layanan dengan semua hal yang mendukung produk ini.

Perjelas misi anda

Dengan fokus sebagai prinsip yang utama, kami bertanya pada diri kami sendiri setiap minggu: bisakah kami mengurangi ruang lingkup fokus kami? Bisakah kami fokus pada hal yang lebih sedikit? Dari proyek yang diambil, apakah ini sesuai dengan misi dan tujuan kami? Akankah customer berpikir bahwa produk kami memiliki terlalu banyak pilihan?

Dengan memiliki misi, hal ini akan berguna untuk membantu  menjawab pertanyaan ini. Ini adalah tool yang berguna untuk membangun otonomi pada hal yang harus menjadi fokus utama tim kami. Jika misinya jelas, proyek perusahaan bisa menyesuaikan dengan sendirinya. Anggota tim juga bisa mempertanyakannya kepada diri mereka sendiri.

Diferensiasikan startup anda. Jangan terlalu banyak membangun produk atau terlalu banyak fitur. Tetap fokus dan buatlah produk yang unik.

Sumber: thenextweb.com / startupbisnis.com

SWOT Analysis

Mengutip dari wikipedia, analisis SWOT adalah :

Metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). SWOT akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap aspek.

Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. – https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT

Contoh :

Strengths (Kekuatan-Kekuatan)
Contoh kekuatan-kekuatan dalam suatu proses bisnis dan proses industri.

  • Management memiliki komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan sistem manajemen bisnis kelas dunia.
  • Visi dan Misi perusahaan didefinisikan dalam strategik organisasi yang jelas, terukur dan terarah.
  • Komunikasi manajemen dan karyawan berjalan dengan baik, karyawan di segala elemen memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan gagasan perbaikan terhadap proses yang berjalan.
  • Memiliki mesin produksi dengan teknologi mutakhir, dan manajemen berkomitment untuk upgrade terhadap teknologi baru yang memberikan nilai tambah.
  • Dan lain sebagainya.

Weaknesses (Kelemahan-Kelemahan)
Pada prinsipnya analisa kelemahan-kelemahan merupakan keterbalikan dari kekuatan-kekuatan. Misalkan :

  • Management hanya mengimplementasikan sistem manajemen bisnis yang konvensional, komitmen yang lemah untuk mengimplementasikan sistem manajemen kelas dunia.
  • Visi dan Misi perusahaan hanya dijadikan jargon, tanpa ada definisi dan arahan strategik yang jelas.
  • Komunikasi antara manajemen dan karyawan berjalan satu arah. Karyawan cenderung pasif dalam memberikan gagasan untuk peningkatan performa perusahaan.
  • Mesin produksi sudah ketinggalan jaman, dan manajemen tidak memiliki komitmen kuat untuk upgrade ke teknologi yang lebih baru.
  • Dan sebagainya.

Apabila kekuatan dan kelemahan ditinjau pada aspek internal, maka untuk anilsa kesempatan dan ancaman akan kita tinjau dari aspek external.

Opportunities (Kesempatan-Kesempatan)
Beberapa contoh analisis kesempatan ditinjau dari faktor external.

  • Tidak memiliki terlalu banyak pesaing yang memproduksi produk yang sama.
  • Produk yang ditawarkan dapat diterima dengan baik oleh pasar dan meraih pangsa pasar yang cukup tinggi.
  • Pangsa pasar sangat luas dan belum tersentuh oleh kompetitor.
  • Persediaan bahan baku selalu ada dan bisa didapatkan dengan harga murah.
  • Masyarakat menilai positif dalam menilai dampak lingkungan yang diakibatkan oleh proses produksi.
  • Dan lain sebagainya.

Threats (Ancaman-Ancaman)
Beberapa contoh analisis kesempatan ditinjau dari faktor external.

  • Banyak pesaing yang memproduksi produk yang sama, dan memiliki potensi kualitas produk yang lebih baik.
  • Produk yang ditawarkan kurang diterima oleh pasar, sehingga sulit untuk membangun pangsa pasar.
  • Persediaan bahan baku terbatas dan harganya mahal.
  • Proses produksi menghasilkan dampak yang tidak diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar.
  • Dan lain sebagainya.

Berdasarkan data kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada. Anda dapat melakukan pendekatan strategi sebagai berikut :

Strengths – Opportunities : Menggunaan kekuatan-kekuatan yang ada untuk menciptakan kesempatan-kesempatan.
Strengths – Threats : Menggunakan kekuatan-kekuatan untuk menghindari dan mengeliminir ancaman-ancaman yang ada.
Weaknesses – Opportunities : Menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada untuk menciptakan kesempatan-kesempatan.
Weaknesses – Threats : Menghilangkan kelemahan-kelemahan agar menghindari ancaman-ancaman.

source : click here